Persiapan Haji 2026: Cek Kuota, Jadwal, dan Syarat Kesehatan Terbaru
Bagi umat Muslim di Indonesia, ibadah haji seringkali merupakan penantian seumur hidup. Dengan masa tunggu (waiting list) yang mencapai puluhan tahun di berbagai daerah, persiapan tidak bisa dilakukan secara mendadak. Meskipun musim haji tahun ini baru saja berlalu, persiapan untuk musim haji 1447 H / 2026 M sudah harus dimulai dari sekarang.
Kementerian Agama (Kemenag) bersama pihak terkait terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan setiap tahunnya. Bagi calon jemaah yang memiliki estimasi keberangkatan pada tahun 2026, memahami dinamika kuota, estimasi jadwal, dan terutama syarat kesehatan terbaru adalah hal yang krusial.
Proyeksi Kuota Haji 2026
Kuota haji adalah faktor penentu utama jumlah jemaah yang bisa berangkat. Pemerintah Indonesia secara konsisten melakukan diplomasi dengan Pemerintah Arab Saudi untuk mendapatkan kuota maksimal, termasuk tambahan kuota di luar angka dasar.
Sebagai acuan, kuota normal Indonesia biasanya berkisar di angka 221.000 jemaah, yang terbagi menjadi haji reguler dan haji khusus. Untuk tahun 2026, harapan untuk mendapatkan kuota tambahan tetap terbuka, tergantung pada kesiapan fasilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Calon jemaah disarankan untuk terus memantau pengumuman resmi Kemenag terkait kepastian porsi keberangkatan.
Istitha’ah Kesehatan: Syarat Mutlak Sebelum Pelunasan
Perubahan paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir adalah pengetatan syarat kesehatan atau Istitha'ah Kesehatan. Jika sebelumnya pemeriksaan kesehatan dilakukan setelah pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), kini pendekatannya dibalik: "Sehat Dahulu, Baru Lunas."
Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan jemaah benar-benar mampu secara fisik dan mental menjalankan rangkaian ibadah haji yang berat. Pemeriksaan kesehatan mencakup skrining penyakit komorbid (seperti jantung, ginjal kronis, diabetes tidak terkontrol) hingga kesehatan jiwa dan kemampuan kognitif (khususnya bagi lansia). Hanya jemaah yang dinyatakan memenuhi syarat istitha'ah kesehatan yang akan mendapatkan izin untuk melakukan pelunasan. Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat sejak dini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Estimasi Jadwal dan Tahapan
Meskipun Jadwal resmi Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1447 H belum dirilis, pola tahunan bisa menjadi rujukan. Tahapan krusial biasanya dimulai pada awal tahun Masehi 2026:
-
Januari - Maret 2026: Periode krusial untuk pemeriksaan kesehatan di puskesmas atau RSUD yang ditunjuk.
-
Maret - April 2026: Masa pelunasan Bipih bagi yang lolos tes kesehatan.
-
Mei - Juni 2026: Proses pemvisaan, manasik haji intensif, dan awal pemberangkatan kloter pertama ke Tanah Suci (menyesuaikan kalender Hijriah Dzulqa'dah/Dzulhijjah).
Menjadi jemaah haji yang mabrur dimulai dari persiapan yang matang. Jangan menunggu pengumuman resmi untuk mulai berolahraga rutin dan memeriksakan kondisi kesehatan Anda. Pastikan Anda selalu merujuk pada informasi resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menghindari berita hoaks terkait haji.